Written by Iyon - YB1UUU

Micro Tuner EFHW Antenna Homebrew

Dikalangan penggiat SOTA (Summits On The Air) EFHW (End-Fed Half-Wave) sudah menjadi semacam pilihan wajib karena sifatnya yang simple saat melakukan instalasi. Namun seperti kita ketahui, bahwa dengan sifatnya yang high impedance di feedpoint-nya maka kita memerlukan sebuah penyesuaian impedance yang dapat diatur (tuner) agar bisa digunakan ke transceiver yang rata-rata low impedance (50 ohm).

Di project kali ini saya terinspirasi dengan sebuah produk bagus dan mendapatkan testimoni yang baik dari para usernya, yaitu Pico tuner yang di release oleh Sotabeams. Bentuknya sangat kecil dan ringan, cocok sekali untuk lightweight QRP. Melihat skema di manualnya yang bisa didapatkan secara bebas di link ini  maka saya akan mencoba membuatnya dengan versi homebrew. Kebetulan semua komponennya sudah tersedia dari bekas eksperimen project lainnya pada masa lalu.

Terlihat hanya beberapa  ‘gelintir’ komponen saja. Toroid amidon T50-6 warna kuning (Bisa didapatkan di beberapa toko online di Indonesia), Trimer keramik 5 – 50 pF (kebetulan saya mendapatkan trimer yang bagus bekas linear amplifier VHF), satu buah capasitor high voltage 100pF dan sebuah resistor 4K7 yang nanti digunakan untuk kalibrasi/testing.

Project dirakit di PCB bolong-bolong saja karena lebih mudah daripada harus membuat jalur dan mencetaknya di PCB polos. Disini kita harus hati hati saat membuat lilitan di T50-6. Kalau di manual diperlukan ukuran email 25 AWG (sekitar 0.455mm), namun saya menggunakan kawat email bekas yang tidak diukur, yang penting semua lilitan bisa masuk ke dalam toroid (antenna winding). Sementara Link winding menggunakan bekas kawat dari kabel LAN komputer.

Perhatikan tabel di atas.
Tabel tersebut adalah panduan untuk membuat lilitan pada toroid T50-6. Karena saya akan membuat micro tuner ini dikerjakan untuk antenna EFHW 40 meterband, maka lilitan di bagian Antenna winding 31 lilit, sementara link winding 3 lilit.

Perhatikan, untuk link winding ada kalanya tidak akan tepat pada 3 lilit. Saya sendiri mendapatkan ratio yang pas dengan 4 lilit.

Kalau yang ini versi 20 meterband. Jumlah lilitan antenna winding 15 lilit, dan link winding 2 lilit. Perhatikan tabel, di versi 20 meterband jumlah lilitan sama.

Sekarang saatnya kita mengujinya dengan beban tiruan / dummyload. Solder resistor 4K7 ohm yang kita persiapkan tadi. Perhatikan skema dimana kita akan memasang dummyload ini. Antenna EFHW mempunyai impedance 3000 – 4700 Ohm, untuk itu kita dapat menggantinya dengan resistor tersebut.

Ini adalah gambar ketika saya melakukan pengujian pada prototype versi 20 meterband. Atur trimmer capacitor sampai mendapatkan nilai VSWR terendah. Jika tidak bisa mendapatkan 1:1,0 cobalah ubah ratio lilitan dibagian link winding. Tambahkan 1 lilit dan coba ukur kembali.

Jangan lupa jika setelah selesai melakukan pengujian lepas kembali resistor 4K7 ohm dummyload tadi.

Pengujian yang sama juga dilakukan untuk versi 40 meterband. Setelah semua siap maka lilitan diberikan perekat, saya menggunakan lem bakar sehingga lilitan akan kuat dan tidak berubah saat dilakukan operasi dilapangan yang terkadang terguncang/terbanting.

Berikan enclosure, terserah kreasi anda masing-masing. Kebetulan saya mempunyai kotak bekas batre 18650 yang ternyata pas sekali dengan ukuran mikro tuner EFHW. Perhatikan dimensinya dengan uang logam 500 Rupiah.

Mikro tuner + EFHW antenna 40 meterband setelah selesai dan dilakukan pengukuran total weight-nya, hanya sekitar 110 gram saja. Ringan sekali…

Oh ya, berapa panjang antenna / radiator yang diperlukan? Perhatikan tabel diatas yang menunjukan kebutuhan panjang antenna dan counterpoise yang harus kita buat. Misalnya jika ingin digunakan di 40 meterband, maka kita harus persiapkan panjang wire untuk antenna 20.38 meter dan counterpoise 6.79 meter.

Khusus di metode tuner yang digunakan diatas, pemasangan counterpoise sangat mempengaruhi pencapaian nilai SWR. Jadi sebaiknya pasang counterpoise sesuai kebutuhan.

Micro tuner + antenna 40m EFHW sudah jadi, dan ternyata bisa kita masukan ke dalam kantong celana jeans karena ukurannya yang mungil.

Berapa kemampuan rating power yang bisa dilewati?
Pada penghujian yang saya lakukan pada kondisi 10 watt tuner masih bekerja dengan baik tanpa ada kondisi panas maupun kenaikan nilai SWR. Sementara di manual Pico tuner dari sotabeams disebutkan maksimal rating adalah 10 watt pula.

Demikian sekilas project sederhana. QRP penuh dengan kegiatan menarik, karena tidak hanya sekedar QSO dengan power rendah saja. Namun kita dapat melakukan eksperimen maupun perakitan project-project sederhana untuk mendukung kegiatan akhir, yaitu QSO diudara.

Salam QRP de yon!

sumber: cqradio.wordpress.com/2018/10/12/micro-tuner-efhw-antenna-homebrew/#more-7695

Photo of author

Iyon - YB1UUU

DX'ing and Contesting